DPRD Bontang Dorong Solusi Penerimaan Siswa di Luar Jadwal Tetap Berpihak pada Hak Pendidikan Anak

Rimbanusa.id – Sekolah yang masih menerima permohonan pendaftaran siswa pada masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dinilai perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan. DPRD Kota Bontang menyebut konsultasi dengan Dinas Pendidikan menjadi langkah penting agar persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mengapresiasi langkah sekolah yang memilih berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan. Menurutnya, konsultasi diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar yang jelas dan tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.

“Langkah pihak sekolah untuk berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan adalah langkah yang bagus supaya tidak menyalahi regulasi apa pun,” ujarnya.

Saeful mengatakan, persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh. Di satu sisi, terdapat ketentuan mengenai jadwal dan mekanisme penerimaan peserta didik yang harus dipatuhi. Namun di sisi lain, masih ada anak yang membutuhkan akses pendidikan meskipun proses pendaftarannya dilakukan setelah masa pendaftaran berakhir.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan tidak hanya memberikan keputusan administratif, tetapi juga mendengarkan aspirasi sekolah dan masyarakat. Kajian diperlukan untuk melihat apakah penerimaan siswa di luar jadwal benar-benar bertentangan dengan ketentuan atau masih terdapat ruang kebijakan yang dapat ditempuh.

“Kalau tidak melanggar, ya alhamdulillah bisa diterima. Tapi kalau melanggar, perlu didiskusikan kebijakannya seperti apa,” katanya.

Menurut Saeful, penyelesaian persoalan tersebut harus mengedepankan prinsip kehati-hatian sekaligus mempertimbangkan kepentingan anak. Jangan sampai persoalan administrasi membuat anak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

Ia juga menilai kejadian semacam ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, khususnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Sosialisasi terkait jadwal pendaftaran, persyaratan, serta mekanisme penerimaan siswa baru perlu dilakukan secara lebih masif dan mudah dipahami orang tua.

Sosialisasi tersebut dinilai penting karena tidak semua orang tua memiliki pemahaman yang sama mengenai tahapan penerimaan peserta didik baru. Informasi yang disampaikan sejak awal diharapkan dapat mencegah adanya pendaftaran di luar jadwal pada tahun ajaran berikutnya.

“Realitasnya anak-anak tetap membutuhkan pendidikan. Di sisi lain, sosialisasi mengenai masa pendaftaran masuk SD dan SMP perlu ditingkatkan, agar tahun depan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (Adv)