BONTANG — Penampilan memukau ditunjukkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang pada Bontang City Carnaval (BCC) dan Pawai Budaya 2025, Sabtu (26/10/2025). Mengusung tema budaya Bali, DPMPTSP berkolaborasi dengan Paguyuban Semeton Bali untuk menghadirkan dramatari klasik Cupak dan Gerantang di panggung utama Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Empat penari utama dengan kostum berhias ornamen emas tampil memimpin rombongan. Mereka diiringi para penari serta pemusik Bali yang mengenakan busana serba putih, menciptakan suasana artistik khas Pulau Dewata.
Dalam pentas tersebut, legendaris Cupak dan Gerantang kembali dihidupkan. Cerita berasal dari Bali Timur, mengisahkan dua kakak beradik dengan sifat bertolak belakang. Cupak digambarkan sebagai sosok serakah dan pemalas, sementara Gerantang dikenal jujur, rajin, dan penuh kepedulian.
Konflik bermula ketika putri raja diculik raksasa dan disembunyikan dalam goa. Demi menyelamatkan sang putri, raja mengadakan sayembara. Cupak dan Gerantang turut serta, namun dengan niat berbeda. Ketika raksasa ditemukan, Gerantang yang maju lebih dulu dan berhasil mengalahkannya. Bukannya bersyukur, Cupak justru berkhianat dengan mengurung adiknya di dalam goa dan mengklaim kemenangan.
Kebenaran akhirnya terungkap setelah Gerantang berhasil keluar. Kesaksian sang putri membuat raja memberikan penghargaan kepada Gerantang, sementara Cupak menerima akibat dari perbuatannya. Melalui kisah ini, pesan moral tentang kejujuran, keberanian, serta bahaya keserakahan kembali ditegaskan kepada para penonton.
Pertunjukan DPMPTSP Bontang tersebut mendapat sambutan meriah. Sorak tepuk tangan menggema dari penonton, jajaran juri, hingga Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang turut menyaksikan dari panggung kehormatan.
Sebelumnya, DPMPTSP Bontang memastikan kesiapan mereka untuk tampil optimal di ajang BCC 2025. Mengangkat tema besar “Kemilau Kreativitas Bontang-Ku, Warna-Warni Budaya Nusantara Baru”, dinas tersebut ingin menegaskan bahwa pelayanan publik juga bisa menjadi bagian dari pelestarian budaya.
Sekretaris DPMPTSP Bontang, Vinson, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan secara matang melalui gladi dan latihan rutin. “Kami ingin memberikan pertunjukan terbaik. Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat hadir dengan cara yang kreatif dan bersentuhan dengan seni budaya,” ujarnya penuh antusias.





