BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mendorong budaya hidup bersih dengan melibatkan peran aktif organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai motor perubahan di tengah masyarakat. Langkah tersebut tampak dalam kegiatan Jumat Bersih yang digelar di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (21/11/2025).
Kegiatan ini diikuti secara terpadu oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), serta jajaran Kelurahan Satimpo. Kolaborasi tersebut tidak hanya fokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi langsung tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
DPMPTSP mengerahkan delapan pegawai untuk terjun langsung membersihkan area yang menjadi titik prioritas kegiatan. “Dari DPMPTSP ada delapan personel yang turun ke lapangan,” ujar Sofyansyah, Penata Perizinan Ahli Muda Bidang Kesehatan Lingkungan yang bertindak sebagai koordinator kegiatan.
Program Jumat Bersih sendiri merupakan bagian dari Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku (Gesit), gerakan yang diinisiasi Pemerintah Kota Bontang guna mengajak masyarakat lebih aktif dalam pengelolaan sampah dan perawatan lingkungan. Dengan menghadirkan OPD secara rutin di tengah masyarakat, pemerintah berharap kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan dapat semakin melekat di lingkungan permukiman.
“Ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam program Gesit yang digagas kepala daerah,” tambah Sofyansyah.
Selama pelaksanaan kegiatan, petugas menyisir beberapa titik prioritas, mulai dari ruas jalan lingkungan, selokan yang dipenuhi daun kering, hingga area yang kerap menjadi lokasi penumpukan sampah seperti eks Lapangan Hop.
Sofyansyah menyampaikan bahwa kehadiran OPD di lapangan bukan hanya untuk bekerja bakti, tetapi juga untuk memberi contoh nyata agar masyarakat ikut tergerak.
“Tujuan akhirnya adalah membangun kesadaran kolektif. Kami ingin lingkungan Kota Bontang tetap bersih, tertata, dan bebas sampah — tidak hanya saat program berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan bersama,” tutupnya. (Adv)





