BONTANG – Pembaruan terbaru pada sistem OSS-RBA kembali menimbulkan kendala bagi pelaku usaha di beberapa sektor. Fitur penting, termasuk menu Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dilaporkan hilang dari tampilan layanan di sejumlah wilayah, sehingga mengganggu proses pengajuan izin.
Menu SLHS selama ini menjadi kanal utama bagi pelaku usaha untuk mengunggah dokumen teknis yang diperlukan sebelum izin diterbitkan. Tanpa fitur ini, pemenuhan persyaratan terhenti. Selain SLHS, sejumlah kolom unggah dokumen lain, seperti hasil pemeriksaan sanitasi dan rekomendasi Dinas Kesehatan, juga ikut hilang dari sistem.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur, menyatakan bahwa hilangnya fitur ini berdampak langsung pada kelancaran layanan perizinan.
“Idealnya, menu SLHS tetap tersedia di wilayah kewenangan Bupati atau Wali Kota. Saat ini, menu tersebut tidak muncul pada beberapa KBLI, sehingga menghambat proses pengurusan izin,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).
Akibatnya, banyak pelaku usaha terpaksa menunda pengajuan izin meski dokumen teknis mereka sudah lengkap. Hal ini terutama berdampak pada usaha yang membutuhkan standar higiene sanitasi sebagai syarat wajib.
Menanggapi situasi ini, DPMPTSP Bontang mulai melakukan penguatan layanan SLHS. Tim internal meninjau kembali alur dan prosedur teknis agar tidak ada hambatan di tingkat daerah. Selain itu, koordinasi intensif dengan kementerian terkait tengah dilakukan untuk mempercepat perbaikan sistem OSS-RBA.
“Koordinasi sudah berjalan. Harapannya, fitur yang hilang dapat segera dikembalikan sehingga layanan perizinan bisa berjalan normal kembali,” ujar Aspiannur.
Pemkot Bontang menekankan bahwa stabilitas OSS-RBA sangat penting untuk menjaga kelancaran layanan perizinan dan mendukung iklim investasi di daerah. Dengan segera diperbaikinya sistem, pelaku usaha diharapkan bisa melanjutkan pengurusan izin tanpa kendala. (Adv)





