BONTANG – Kejuaraan Mini Soccer antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertajuk Ketua DPRD Cup resmi dimulai di Lapangan Mini Soccer Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Senin malam (12/1).
Turnamen ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang menandai pembukaan dengan tendangan pertama. Pembukaan turnamen disaksikan jajaran pimpinan OPD, camat, lurah, serta para peserta dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kebersamaan antarperangkat daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni mengapresiasi hadirnya lapangan mini soccer baru tersebut. Ia menilai kualitas rumput sintetis yang digunakan sudah sangat baik dan layak menjadi fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat. Meski demikian, ia meminta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) untuk segera melengkapi sejumlah sarana pendukung agar pemanfaatannya bisa lebih optimal.
“Lapangan ini sudah bagus, tinggal dilengkapi fasilitas penunjang agar benar-benar maksimal digunakan masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan fasilitas publik. Ia mengajak seluruh peserta dan warga untuk terus menggaungkan Program GESIT (Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku) sebagai wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Menutup sambutannya, Neni berpesan kepada seluruh tim agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Menurutnya, olahraga mini soccer tidak semata tentang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan kerja sama.
“Melalui olahraga, kita belajar disiplin, kerja tim, sportivitas, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai ini penting untuk membangun sinergi di lingkungan Pemerintah Kota Bontang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bontang menyampaikan bahwa turnamen ini juga menjadi ajang uji coba lapangan mini soccer yang baru dibangun. Dengan melibatkan seluruh OPD, diharapkan fasilitas tersebut dapat diuji kelayakannya sebelum dibuka secara luas untuk masyarakat.
Ia menambahkan, kegiatan ini diselenggarakan secara swadaya oleh OPD dan diharapkan memberi dampak positif, tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Bontang.
“Lapangan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat, bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga mendorong tumbuhnya UMKM,” ujarnya.
Sebagai informasi, pembangunan Lapangan Mini Soccer Tahap I menelan anggaran sekitar Rp18 miliar. Ke depan, kawasan tersebut direncanakan akan dilengkapi dengan ruang terbuka tambahan, fasilitas olahraga lainnya, serta area berkesenian, sehingga dapat menjadi ruang publik baru bagi keluarga dan masyarakat Kota Bontang. (*)





