Menanti Pembuktian Cabor Gulat di PON Aceh-Sumut

Rimbanusa.id – Atlet gulat Kalimantan Timur (Kaltim) yang tergabung dalam tim nasional Indonesia di Sea Games 2023 Kamboja, menjadi sorotan setelah berhasil menyabet 3 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Tidak heran, jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) mendatang, Benua Etam memiliki potensi besar di cabang olahraga (cabor) gulat. Hal ini mengingat dalam skuad timnas, pegulat Kaltim sangat mendominasi dari daerah lain.

Ketua Komisi Pelatih Pengurus Provinsi (Pengprov) PGSI Kaltim Muhammad Badriansyah mengatakan, Kaltim memiliki peluang yang besar. Hanya saja dari 7 atlet yamg ada saat ini sebenarnya bisa lebih meraih prestasi yang bagus. Untuk itu, dia menginstruksikan agar para atlet tersebut terus berlatih dan menambah porsi latihan agar bisa merebut kejayaan prestasi di PON nanti.

“Sebenarnya kita punya peluang besar di Pra PON dan PON. Tapi kami tidak mau terlena. Tetap kami akan latihan terus, karena apabila tidak, Jatim (Jawa Timur, Red.) juga cukup kuat menjadi pesaing kita,” katanya. “Mereka sempat di atas kita, dan sekarang di bawah kita. Hanya Jatim yang selalu membayang-bayangin dan itu akan kita waspadai,” timpal Muhammad Badriansyah.

Lebih lanjut, pelatih yang akrab disapa Keke ini mengungkapkan, saat menjadi bagian dari tim pelatih timnas gulat Indonesia di Sea Games kemarin, pelatih dari Jatim telah mengetahui kelemahan atletnya. Sebaliknya, dia juga mengetahui kelemahan yang dimiliki pegulat Jatim.

“Apalagi memang ada salah satu pelatih Jatim yang menjadi bagian dari Pelatnas dan tahu titik kelemahan-kelemahan, begitu juga saya yang terpilih dan saya melihat titik kelemahan atlet Jatim yang masuk di Pelatnas agar kita bisa hadapi di Pra PON dan PON,” jelasnya.

Muhammad Badriansyah menyebutkan, saat ini pihaknya memiliki catatan serta bahan yang akan menjadi evaluasi gulat Kaltim untuk persiapan PON nanti. “Saya ada catatan, ada video, jadi itu nanti akan kami terapkan dimana kelemahan-kelemahan atlet yang ada di Pelatnas, itu pasti akan bertemu dengan atlet kita yang ada di Kaltim,” sebutnya.

Selama Training Center (TC) timnas saat itu, dia mengaku atlet Kaltim mendapatkan hal yang positif. Menurutnya selama latihan, atlet perlu meningkatkan kepercayaan diri dan mental bertanding. “Jika sudah berada di level yang lebih tinggi, maka mental bisa menjadi pendongkrak semangat atlet,” pungkasnya. (adv/disporakaltim)