Program Jangka Panjang Dispora Kaltim Sentuh Pemuda Termarjinalkan

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma.

Rimbanusa.id – Dispora Kaltim telah menyusun program jangka panjang peningkatan prestasi olahraga. Makanya, Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menyebut prestasi olahraga merupakan salah satu program prioritas, sehingga ia mengajak seluruh perangkat daerah membantu mewujudkannya. “Untuk itu, kami melibatkan banyak pihak untuk merumuskan program,” katanya, beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, dalam pembinaan pemuda, ada irisan-irisan tipis di berbagai Organisasi Perangkat Daerah lain. Agus Hari Kesuma meminta, jangan sampai terjadi dobel pembinaan, dimana hampir semua OPD bersentuhan dengan pemuda. “Termasuk pembinaan bagi pemuda yang termarjinalkan harus mendapat perhatian,” tegasnya.

“Kita bangun dan bina organisasi yang pengurusnya adalah pemuda yang berusia 16 hingga 30 tahun sesuai amanah Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan,” sambung Agus Haris Kesuma.

Terkait keolahragaan, sebagaimana arahan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, akan memastikan sentra olahraga terpusat di 10 provinsi seluruh Indonesia dalam Desain Besar Olahraga Nasional.

Nantinya di tempat itu akan memiliki fasilitas lengkap diantaranya sport science dan medical center seperti yang dimiliki Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia saat ini. “Kaltim mendukung penuh hal ini, kita fokus mengangkat prestasi,” bebernya.

Agus Hari Kesuma mengatakan, Dispora Kaltim telah menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) untuk merumuskan program dan kegiatan peningkatan prestasi olahraga bersama perangkat daerah lain. Pertemuan tersebut membahas sumbangan program olahraga sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah masing-masing.

Makanya, Agus Hari Kesuma menambahkan, perangkat daerah lain juga akan menjadi mitra terkait kebijakan dan program Dispora Kaltim agar lebih optimal. Dari sana, diharapkan lahir persepsi yang sama dan memahami apa yang harus dilakukan dalam pembinaan kepemudaan dan keolahragaan.

“Jadi staf Dispora maupun pejabatnya paham (kerja sama antar perangkat daerah, Red.). Kalau tidak, maka IKU (Indek Kinerja Utama, Red.) tidak akan tercapai,” ujarnya. “Ibarat mobil tanpa lampu, tanpa bahan bakar, ya tidak bisa jalan,” sambung Agus Hari Kesuma. (adv/disporakaltim)