BONTANG – Rutinitas pengemudi ojek online yang beroperasi tanpa mengenal waktu akhirnya mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Bontang. Pada 2026 ini, Pemkot berencana membangun tiga pangkalan khusus bagi pengemudi ojol, dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas kerja berbasis digital.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa rencana tersebut merupakan respons langsung atas aspirasi para pengemudi ojek online. Selama ini, mereka kerap kesulitan mendapatkan tempat singgah yang layak, terutama untuk mengisi daya ponsel dan mengakses internet.
“Para pengemudi ojol menyampaikan kebutuhan akan tempat mangkal yang bisa digunakan untuk mengisi daya ponsel. Karena sistem kerja mereka sepenuhnya digital, fasilitas ini menjadi sangat penting,” kata Neni saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (5/1/2026).
Sebagai pekerja transportasi berbasis aplikasi, ponsel dan jaringan internet merupakan “alat kerja” utama bagi para driver. Tanpa keduanya, pengemudi tidak dapat menerima order maupun berkomunikasi dengan penumpang.
Untuk itu, Pemkot Bontang telah menyiapkan tiga lokasi yang dinilai strategis. Pangkalan ojol akan dibangun di kawasan UMKM Center Jalan Parikesit, area Pasar Taman Rawa Indah di Jalan Ir Haji Juanda, serta Terminal Kota di Jalan S Parman. Selain menyediakan area istirahat, pangkalan ini juga dirancang memiliki fasilitas pengisian daya ponsel dan jaringan wifi.
Menurut Neni, keberadaan pangkalan ojol tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah, tetapi juga wujud kehadiran pemerintah dalam mendukung perkembangan transportasi daring yang semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perkotaan.
“Pemerintah ingin memberi kemudahan bagi para driver. Mereka berperan besar dalam mendukung mobilitas warga dan turut menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian tambahan, Pemkot Bontang juga berencana menyalurkan bantuan jas hujan kepada pengemudi ojol. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan mereka, khususnya saat harus tetap bekerja di tengah cuaca yang tidak menentu. “Kita ingin mereka tetap aman dan nyaman. Apalagi saat hujan, mereka tetap melayani masyarakat,” tambah Neni.
Pembangunan pangkalan ojol ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun ini. Wali Kota Bontang juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan yang baru agar program tersebut masuk dalam daftar prioritas. “Saya sudah meminta Kadishub yang baru agar program ini segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dengan adanya pangkalan ojol yang representatif dan fasilitas memadai, Pemkot Bontang berharap kualitas layanan transportasi daring semakin meningkat, sekaligus memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi para pengemudi yang setiap hari beraktivitas di jalanan kota. (*)





