Percepat Proyek IDD, ENI Siapkan Investasi US$150 Juta untuk Revitalisasi Kilang LNG Badak

Badak LNG Reaktivasi Train F Rampung Oktober 2028 (Foto: kontan.co.id)

Rimbanusa.id – Kontraktor migas asal Italia, ENI, berkomitmen menggelontorkan dana sebesar US$150 juta (sekitar Rp2,3 triliun) untuk memperbaiki fasilitas di Kilang LNG Badak, Bontang, Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan guna mendukung operasional proyek strategis nasional Indonesia Deepwater Development (IDD) di sektor migas laut dalam.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pemanfaatan fasilitas yang sudah ada dinilai lebih efisien dibandingkan membangun kilang baru. Terlebih, posisi Kilang Badak sangat strategis karena berdekatan dengan wilayah kerja ENI di Kutai Basin.

“ENI memerlukan LNG plant. Fasilitas di PT Badak sudah tersedia namun kondisinya memerlukan perbaikan. Karena itu, ENI akan berinvestasi sebesar US$150 juta untuk proses revitalisasi tersebut,” ujar Djoko di sela rapat bersama Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP), Selasa (24/2/2026).

Diskon Sewa Guna Hindari Beban Cost Recovery
Terkait skema pemanfaatan aset negara tersebut, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberikan lampu hijau. Namun, terdapat penyesuaian pada nilai sewa guna menjaga keseimbangan fiskal negara.

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) selaku pengelola aset awalnya mematok tarif sewa normal sebesar US$0,22 sen per MMBtu. Namun, untuk menghindari beban cost recovery (biaya operasi yang harus dikembalikan negara kepada kontraktor) yang membengkak akibat biaya perbaikan kilang, pemerintah sepakat memberikan diskon sewa sebesar 75%.

“Kami sudah bernegosiasi dengan ENI. Biaya perbaikan tidak masuk dalam cost recovery, tetapi sebagai kompensasi, mereka mendapat diskon sewa. Jadi mereka hanya membayar 25% dari tarif normal. Ini solusi agar negara tidak terbebani pengembalian biaya yang besar, sementara aset yang lama tidak terpakai bisa kembali produktif,” jelas Djoko.

Proyek IDD Segera Capai Tahap FID
Gas yang dihasilkan dari proyek IDD, khususnya dari South Hub Gendalo–Gandang, nantinya akan diproses langsung di Kilang Badak hasil revitalisasi tersebut. Saat ini, persiapan teknis telah memasuki tahap akhir.

Djoko menambahkan bahwa penandatanganan Final Investment Decision (FID) atau keputusan investasi akhir untuk proyek ini diharapkan terealisasi dalam waktu dekat. “Kemungkinan minggu depan ENI sudah menandatangani FID-nya,” pungkasnya.

Langkah integratif ini diharapkan dapat mempercepat kedaulatan energi nasional melalui optimalisasi lapangan gas laut dalam di perairan Kalimantan Timur. (Sumber: Rio Indrawan/dunia-energi.com)

Editor: Nabila