BONTANG – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bontang kini mendapatkan angin segar melalui hadirnya program Strategi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Koperasi Merah Putih untuk Pengembangan UMKM (SI KUMBANG). Program yang diluncurkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ini dipandang membuka ruang keterlibatan yang lebih luas bagi UMKM dalam rantai pasok perusahaan besar.
Selama ini, banyak UMKM mengaku kesulitan menembus pasar industri besar karena minimnya akses informasi, standar kualitas yang tinggi, serta tidak adanya pola kemitraan yang jelas. Dengan SI KUMBANG, hambatan tersebut mulai ditangani secara sistematis.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan UMKM tidak lagi berdiri sendiri atau berhadapan langsung dengan kompleksitas perusahaan besar.
“Kita ingin UMKM naik kelas dan terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi. SI KUMBANG memastikan pola kemitraan yang terukur dan berkeadilan,” ujarnya.
Dalam konsep baru ini, Koperasi Merah Putih menjadi jembatan utama. Koperasi akan mengelola kebutuhan industri besar, lalu mendistribusikan peluang usaha kepada UMKM sesuai kemampuan dan spesialisasi masing-masing. Pola ini dinilai memberi kepastian pasar sekaligus mengurangi risiko kompetisi yang tidak seimbang.
DPMPTSP berperan mengawasi dan memastikan transparansi kemitraan, mulai dari proses seleksi UMKM, penetapan standar layanan, hingga keberlanjutan kerja sama. “Hadirnya Perwali nanti akan memberi kepastian hukum dan menjaga agar UMKM tetap dilibatkan,” kata Aspiannur.
Bagi pelaku usaha kecil, tiga tahapan SI KUMBANG dianggap sebagai sinyal positif.
Dalam dua bulan pertama, pola kemitraan mulai dirancang. Dalam 6–12 bulan, payung hukum diperkuat melalui Perwali. Dalam jangka 1–2 tahun, ekosistem ekonomi inklusif dibangun sehingga peluang kerja sama UMKM menjadi lebih luas dan stabil.
Sejumlah UMKM menyambut baik program ini karena dinilai dapat membuka akses yang selama ini sulit dijangkau. Selain peluang pasar, mereka juga menilai program ini bisa mendorong peningkatan kapasitas, standar produksi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
Program ini turut menyelaraskan visi pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi di seluruh kecamatan dan kelurahan. Dengan dukungan pemerintah dan industri, SI KUMBANG diharapkan menjadi titik balik peran UMKM dalam struktur ekonomi Bontang.
Jika berjalan optimal, SI KUMBANG bukan hanya memperkuat posisi UMKM, tetapi juga menciptakan rantai pasok lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan.





