BONTANG – Upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis kolaborasi kembali digencarkan Pemerintah Kota Bontang. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi memperkenalkan Tim Efektif SI KUMBANG BONTANG sebagai langkah mempererat sinergi antara usaha besar, koperasi, dan pelaku UMKM di daerah.
Nama SI KUMBANG merupakan akronim dari Strategi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Koperasi Merah Putih untuk Pengembangan UMKM Guna Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kota Bontang. Program ini hadir dengan filosofi kemitraan inklusif, di mana usaha besar dan UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan tumbuh bersama secara berkelanjutan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspianur, menuturkan pembentukan tim tersebut menjadi langkah konkret untuk mendorong pola kemitraan yang terarah.
“Usaha besar tidak boleh hanya berdiri sebagai pemain tunggal. Ada UMKM lokal yang harus kita ikut sertakan untuk maju bersama,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Tim SI KUMBANG nantinya bertugas sebagai jembatan komunikasi, pendampingan, hingga pengawasan agar kemitraan antar pelaku usaha berjalan sesuai kebijakan pemerintah kota. Melalui langkah ini, diharapkan pembinaan UMKM di Bontang dapat berlangsung lebih tepat sasaran.
Aspianur juga menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci ekonomi daerah yang kuat.
“Kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang saling menguatkan. Melalui kemitraan ini, UMKM Bontang diharapkan mampu berkembang, naik kelas, dan memperluas pasar,” tuturnya.
Bagi pelaku UMKM, program ini diibaratkan peluang baru untuk meningkatkan kapasitas usaha, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga menuju pasar regional hingga nasional.
Inisiatif SI KUMBANG menandai pergeseran orientasi Bontang dari kota industri menuju kota kolaboratif yang bertumpu pada kekuatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah berharap sinergi usaha besar dan UMKM dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. (ADV)





