BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) 06 yang berlokasi di Kecamatan Bontang Selatan, Senin (5/1/2026).
SPPG 06 Bontang Selatan dikelola oleh Yayasan Mitra Sanbitra Boga Raya sebagai mitra pelaksana. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melalui prosesi pengguntingan pita sebagai tanda operasional resmi dapur MBG tersebut.
Acara peresmian turut dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Pj Sekda Akhmad Suharto, Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal, Plt Camat Bontang Selatan A. Effa Yuliansyah, para lurah se-Kecamatan Bontang Selatan, Kepala Koordinator Wilayah BIN Kota Bontang Nikolaus Aprydza Eko WR, Ketua TP PKK Kota Bontang Nur Kalbi Agus Haris, serta Kepala Badan Daerah Gizi Nasional Kota Bontang Surya Dwi Saputra.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa Program MBG melalui keberadaan dapur SPPG merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sejalan dengan kebijakan nasional Presiden Republik Indonesia. “Pemenuhan gizi sejak dini adalah fondasi utama untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan,” ujar Neni.
Ia menekankan bahwa MBG tidak sekadar program pemberian makan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Program ini dinilai berperan strategis dalam meningkatkan konsentrasi belajar, mencegah stunting, serta mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan.
Menurut Neni, dampak positif MBG juga dirasakan oleh kelompok masyarakat lainnya, seperti keluarga, lansia, dan kelompok rentan, dalam memenuhi kebutuhan gizi harian secara berkelanjutan. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa SPPG 06 Bontang Selatan diharapkan menjadi pusat edukasi gizi, yang menanamkan kebiasaan makan sehat, bersih, dan seimbang sejak usia dini. Karena itu, kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program.
“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari banyaknya porsi yang dibagikan, tetapi juga dari mutu, kebersihan, dan keamanan makanan yang disajikan,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya penerapan standar kebersihan secara menyeluruh, mulai dari dapur, peralatan, bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan. Penyusunan menu wajib mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dengan komposisi karbohidrat, protein, sayur, dan buah yang proporsional serta menu yang bervariasi.
Pemerintah Kota Bontang, lanjut Neni, berkomitmen penuh mendukung keberlanjutan Program MBG agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh dapur SPPG diharapkan dapat menjadi contoh penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Neni Moerniaeni juga menyampaikan apresiasi kepada pengelola dapur, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bontang.
Sementara itu, Kepala SPPG 06 Bontang Selatan, David Ikawijaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa SPPG bukan hanya sarana fisik, tetapi merupakan investasi masa depan generasi bangsa. Ia menegaskan pentingnya layanan gizi yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi anak-anak.
Rangkaian kegiatan peresmian ditutup dengan peninjauan langsung fasilitas dapur SPPG 06 Bontang Selatan serta ajakan kepada tamu undangan untuk mencicipi hidangan bergizi yang telah disiapkan. (*)





