Lagi, Induk Tiktok dan WeChat Pangkas Ribuan Karyawan

The Tencent Holdings Ltd. WeChat and ByteDance Ltd. TikTok app icons are displayed on a smartphone in an arranged photograph taken in Arlington, Virginia, U.S., on Friday, Aug. 7, 2020. President Donald Trump signed a pair of executive orders prohibiting U.S. residents from doing business with the Chinese-owned TikTok and WeChat apps beginning 45 days from now, citing the national security risk of leaving Americans' personal data exposed. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg

Rimbanusa.id – Tencent dan ByteDance dikabarkan memangkas ribuan karyawannya untuk menekan pengeluaran di tengah pertumbuhan bisnis yang stagnan. Mengutip pemberitaan The Wall Street Journal, Jumat (1/7), narasumber yang mengetahui masalah itu menyebut Tencent akan melakukan PHK terhadap puluhan karyawan di unit bisnis WeChat.

Jumlah karyawan di unit bisnis video gim yang mengelola komunitas pemain gim dan pengembang gim in-house juga akan dikurangi, imbas gagalnya perolehan izin penerbitan judul gim baru dari pemerintah Cina.

Sementara di ByteDance, unit bisnis video gim terimbas PHK setelah perusahaan mengurungkan rencana ekspansi ke vertikal tersebut lantaran masalah regulasi dan pertimbangan ekonomi. Induk perusahaan TikTok ini juga dilaporkan bakal memecat 3 ribu karyawannya di unit bisnis pendidikan.

Sebelumnya, kedua perusahaan juga sempat memangkas karyawan yang bekerja di luar bisnis inti. Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan kemudian membuat perusahaan melakukan PHK di core bisnis masing-masing. Kedua perusahaan tetap berencana menambah karyawan di beberapa lini bisnis, seperti metaversevirtual reality dan tim untuk ekspansi luar negeri. (Techinasia Indonesia)

Editor: