Para Ilmuwan Amerika Serikat Berhasil Ciptakan Fusi Nuklir dengan Kekuatan 4x Matahari

Para ilmuwan Amerika Serikat (AS) mengklaim selangkah lebih dekat untuk menguasai teknologi fusi nuklir yang lebih bersih tanpa batas. (Foto: Daily Mail)

Rimbanusa.id – Amerika Serikat (AS) berhasil memasuki era baru dalam teknologi fusi nuklir yang lebih bersih dan tanpa batas. Tim ilmuwan AS mengumumkan bahwa mereka secara konsisten berhasil menghasilkan reaksi fusi nuklir yang melepaskan lebih banyak energi yang setara 4 kali kekuatan Matahari.

Jika teknologi ini berhasil dikuasai, maka dunia bisa mendapatkan sumber energi yang tak terbatas. Para peneliti di National Ignition Facility di Lawrence Livermore Naitonal Lab (LLNL) telah menembakkan hampir 200 laser pada kapsul hidrigen seukuran merica, memanaskannya hingga lebih dari 180 juta derajat Fahrenheit. Percobaan tersebut menghasilkan reaksi fusi nuklir yang melepaskan lebih banyak energi daripada yang digunakan dalam sebuah proses yang disebut ‘pengapian’.

Tim ilmuwan AS mengumumkan bahwa mereka telah mereplika hasil tersebut tiga kali dalam satu tahun terakhir, sehingga membawa dunia selangkah lebih dekat menuju solusi terhadap krisis iklim.

Para ilmuwan telah mencoba memanfaatkan energi fusi selama beberapa dekade, yang merupakan proses inti yang sama yang menggerakkan Matahari.

Keberhasilan dari salah satu tim ilmuwan AS yang berasal dari California menghasilkan rekor peningkatan energi sebesar 89% atau meningkat 35% dibandingkan pengapian pertama satu tahun lalu. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tenaga seperti matahari menciptakan panas dengan mendorong atom hidrogen satu sama lain sehingga bergabung menjadi helium, yang melepaskan aliran energi.

Menurut tim ilmuwan AS, satu cangkir zat tersebut dapat memberi daya pada sebuah rumah berukuran rata-rata selama ratusan tahun. Fusi nuklir terjadi ketika sebuah neutron menghantam atom yang lebih besar, memaksanya tereksitasi dan terpecah menjadi dua atom yang lebih kecil.

Fasilitas Pengapian Nasional (NIF) di laboratorium tersebut menampilkan 192 laser yang menembakkan sinar ke pelet isotop beku yang disimpan dalam kapsul berlian yang digantung dalam silinder emas yang disebut hohlraum. Kapsul tersebut dipanaskan hingga sekitar 100 juta derajat agar tercipta tenakan lebih besar di dalam dariapa di dalam inti Matahari.

“Ledakan yang ditimbulkan menyebabkan isotop-isotop berfusi, menciptakan helium dan sejumlah besar energi,” kata para ilmuwan dalam laporan mereka yang diterbitkan di Jurnal Nature.

Upaya pertama yang behasil dilakukan pada tanggal 5 Desember 2022, menghasilkan energi sekitar 54% lebih banyak daripada yang dimasukkan.

Reaksi fusi menghasilkan sekitar 2,5 megajoule energi, hampir 120% dari 2,1 megajoule energi yang dihasilkan laser. Kemudian, pada tanggal 30 Juli tim ilmuwan tersebut mencetak rekor dengan peningkatan 85%, dan dua upaya lainnya dilakukan pada bulan Oktober.

Fusi selama percobaan tersebut menghasilkan sekitar 3,88 megajoule energi fusi atau 89% lebih banyak dari pencapaian pertama pada bulan Desember.

“Saya merasa cukup baik. Saya pikir kita semua harus bangga dengan pencapaian ini,” kata Richard Town, fisikiawan yang mengepalai program sains fusi kurungan inersia LLNL, dikutip dari Daily Mail.

Fasilitas Pengapian Nasional senilai USD3,5 miliar pada awalnya dibangun untuk menguji senjata nuklir dengan mensimulasikan ledakan, namun fokusnya kini beralih ke kemajuan penelitian energi fusi.

Editor: Bintang