Menurut Koki, Ini Perbedaan Kuliner Indonesia, Korea, dan Barat

Rimbanusa.id – Setiap bangsa memiliki kuliner khasnya sendiri – sendiri. Perbedaan bahan, rempah-rempah, dan teknik memasak adalah hal yang membedakan setiap hidangan dari negara-negara tersebut.

Misalnya masakan Indonesia dengan Korea, dan negara Barat atau yang dikenal dengan sajian western-nya.

Choi Jun Yuk, Korean Executive Chef Nube9, berbagi cerita mengenai perbedaan masakan Indonesia, Korea, dan Western menurut pengalamannya.

“Makanan Western biasanya lebih banyak menggunakan jenis olive oil dan mentega, kalau makanan Korea pakai minyak wijen,” kata Choi beberapa waktu lalu.

Perbedaan bahan ini menghasilkan aroma masakan berbeda dari sajian ala negara-negara Barat dan Korea.

Meski sama-sama memiliki aroma harum, makanan Korea menurut Choi, lebih gurih daripada masakan ala Barat. Sementara untuk menambah rasa pedasnya, makanan ala Barat biasa memakai saus tomat maupun saus cabai.

Korea juga demikian, tetapi saus cabainya lebih khas, yakni pasta cabai yang dikenal dengan nama gocujang.

Heri Ericson, Executive Chef Nube9, menuturkan, cara memasak makanan ala Barat dan Korea juga berbeda, khususnya untuk pengolahan daging.

Menurut Heri, bahan makanan Korea biasanya dimarinasi lebih dulu sebelum dimasak dalam waktu cepat dengan suhu tinggi.

“Kalau makanan ala Barat, khususnya Perancis, lebih menonjolkan teknik masak supaya dagingnya juicy,” ujar Heri.

Santan dalam masakan Indonesia

Lebih lanjut, Choi juga menjelaskan seputar masakan Indonesia dan Korea yang menurutnya sangat berbeda. Setelah 10 tahun berkarier di dunia kuliner di Indonesia, Choi menemukan bahwa masakan Indonesia lebih banyak memakai santan.

“Makanan Indonesia itu banyak dimasak pakai santan dan cabai. Itu perbedaan mencoloknya,” kata Choi.

Selain itu, menurut dia, orang Indonesia jarang menambahkan cuka dalam masakannya. Ini yang berbeda dengan hidangan Korea.

“Orang Indonesia lebih suka lemon untuk asam dan cabai rawit. Lebih sering pakai itu. Tetapi kalau orang Korea itu suka dengan cuka dan bubuk cabai,” ujar dia. (sumber : Kompas.com/Krisda Tiofani & Anggara Wikan Prasetya)