Jelang Musim Haji, Arab Saudi Batasi Izin Umrah Hanya untuk Warga Lokal Mulai 18 April

Masjidil Haram di Kota Makkah. (Foto: muslimtravel.id)

Rimbanusa.id – Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan pembatasan akses ibadah umrah menjelang pelaksanaan musim haji 1447 H. Mulai tanggal 18 April 2026, izin penerbitan visa dan pelaksanaan umrah akan diprioritaskan dan hanya dibuka bagi warga negara Arab Saudi serta ekspatriat yang menetap di dalam Kerajaan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah rutin tahunan untuk mensterilisasi kawasan Masjidil Haram serta memberikan ruang bagi persiapan logistik dan keamanan jamaah haji dari seluruh dunia yang akan segera tiba.

Pembersihan Kawasan untuk Jamaah Haji
Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di area Tawaf dan Sa’i. Dengan membatasi jamaah umrah dari luar negeri, otoritas keamanan dan pengelola Masjidil Haram dapat lebih fokus pada pengaturan arus jalur dan pemeliharaan fasilitas sebelum puncak ibadah haji dimulai.

“Langkah ini merupakan prosedur standar untuk memastikan kelancaran transisi dari musim umrah ke musim haji. Keamanan dan kenyamanan tamu Allah adalah prioritas utama,” tulis pernyataan resmi otoritas setempat.

Batas Akhir Masa Berlaku Visa Umrah
Bagi jamaah luar negeri, termasuk dari Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah sebelumnya telah menetapkan bahwa masa berlaku visa umrah berakhir pada pertengahan bulan Syawal. Para pemegang visa umrah diminta untuk segera meninggalkan tanah suci sebelum batas waktu penangguhan dimulai agar tidak melanggar aturan keimigrasian Kerajaan.

Otoritas Saudi juga menegaskan bahwa visa umrah tidak dapat digunakan untuk melaksanakan ibadah haji. Jamaah yang nekat tinggal melebihi batas waktu (overstay) atau mencoba berhaji tanpa izin resmi akan dikenakan sanksi denda yang berat hingga deportasi dan larangan masuk ke Arab Saudi (blacklist).

Imbauan bagi Biro Perjalanan
Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) serta asosiasi travel lainnya mengimbau para agen perjalanan untuk segera menyesuaikan jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah mereka.

Para penyelenggara diminta memastikan seluruh jamaah umrah gelombang terakhir sudah kembali ke tanah air sebelum penutupan akses internasional diberlakukan pada 18 April mendatang. Hal ini krusial untuk menghindari kendala teknis di bandara maupun masalah hukum dengan otoritas Saudi.

Setelah pelaksanaan puncak haji selesai, Pemerintah Arab Saudi biasanya akan membuka kembali sistem pemesanan visa umrah internasional bagi masyarakat global yang diperkirakan jatuh pada bulan Muharram tahun baru Hijriah. (Sumber: himpuh.or.id)

Editor: Ahmad