PHK Tambang Meningkat, Disnaker Bontang Fokuskan Program Pelatihan dan Penempatan Kerja

BONTANG – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor tambang kian meningkat. Dari catatan Pemkot Bontang, hingga kini di PT Pamapersada Nusantara sudah ada 160 pekerja yang dirumahkan.

Kondisi tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memberikan sambutan di acara jalan sehat Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang dilaksanakan di halaman Kantor DPMPTSP, Jumat (1/5) pagi.

“Tetapi yang tercatat memiliki KTP Bontang hanya dua pekerja. Sisanya ber KTP luar Bontang meskipun tinggalnya di Bontang,” ujar Neni.

Untuk itu, Pemkot Bontang merencanakan pemberian pendampingan bantuan permodalan tanpa bunga kepada dua pekerja terdampak tersebut, untuk membuka usaha. Neni juga meminta kepada perusahaan, apabila di kemudian hari produksinya kembali naik, maka pekerja yang dirumahkan tadi dapat dikembalikan lagi bekerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Asdar Ibrahim, menambahkan pihaknya juga menyiapkan berbagai pelatihan kerja baik yang berbasis industri maupun non industri. Sedangkan untuk informasi lowongan kerja, pemagangan, ataupun memasukkan lamaran kerja ke penyedia kerja yang menyediakan, dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi terobosan yang telah diinisiasi Disnaker Bontang, yakni Teman Naker.

“Perusahaan yang ingin mencari tenaga kerja kami arahkan untuk membuka lowongan di DIsnaker Bontang,” pungkas Asdar. (*)