Tips Ahli Kesehatan Jaga Tubuh saat El Nino Melanda

El Niño menggeser arus jet Pasifik ke selatan dan timur, memicu musim dingin lebih basah di selatan AS serta lebih hangat dan kering di utara. (Foto: oceanservice.noaa.gov)

Rimbanusa.id – Fenomena El Nino yang memicu peningkatan suhu dan kondisi cuaca lebih kering berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah pencegahan guna menjaga kondisi tubuh tetap prima di tengah cuaca ekstrem tersebut.

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada perubahan pola cuaca global. Di Indonesia, fenomena ini umumnya menyebabkan musim kemarau lebih panjang, suhu udara meningkat, serta tingkat kelembapan menurun. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai risiko kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga gangguan kulit.

Ahli kesehatan menekankan bahwa salah satu langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga kecukupan cairan tubuh. Dalam kondisi cuaca panas, tubuh cenderung kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk rutin minum air putih guna mencegah dehidrasi dan menjaga fungsi organ tetap optimal.

Selain itu, perlindungan terhadap paparan sinar matahari juga menjadi hal penting. Penggunaan tabir surya dengan minimal SPF 30 disarankan untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan iritasi, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit. Paparan sinar matahari yang intens selama El Nino membuat perlindungan ini menjadi semakin krusial.

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi, terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00. Jika harus beraktivitas, disarankan untuk menggunakan pakaian yang ringan, longgar, serta berwarna terang guna membantu tubuh tetap sejuk. Penggunaan topi dan kacamata hitam juga dapat membantu melindungi dari paparan sinar matahari langsung.

Di sisi lain, menjaga pola makan bergizi menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh. Konsumsi makanan yang kaya vitamin, mineral, serta antioksidan dapat membantu tubuh melawan dampak buruk cuaca ekstrem. Buah dan sayur dengan kandungan air tinggi juga dapat membantu menjaga hidrasi tubuh dari dalam.

Ahli juga menyoroti pentingnya menjaga kelembapan kulit selama El Nino. Cuaca yang kering dapat menyebabkan kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan kekeringan. Oleh karena itu, penggunaan pelembap serta perawatan kulit yang tepat dianjurkan untuk menjaga kesehatan kulit.

Selain itu, aktivitas fisik tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran, namun perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca. Olahraga sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, atau di dalam ruangan untuk menghindari risiko heatstroke dan kelelahan akibat panas berlebih.

Fenomena El Nino tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental akibat suhu panas yang berkepanjangan. Oleh karena itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga keseimbangan aktivitas dan istirahat agar kondisi tubuh tetap stabil.

Dengan menerapkan berbagai langkah pencegahan tersebut, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan dampak kesehatan akibat El Nino. Kesiapsiagaan serta pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global. (*)

Editor: Farhan