Usai BK PON, Atlet dan Pelatih Barongsai Dievaluasi

Rimbanusa.id – Sekretaris Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kaltim, Alexander Sumarno mengaku, pasca Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON), para atletnya mengalami penurunan rasa percaya diri. Hal ini terjadi akibat kurangnya jam terbang.

“Meski begitu, saya sangat mengapresiasi capaian mereka karena mampu meraih medali. Hal ini akan kami evaluasi kembali setelah masa istirahat selesai,” katanya.

Menurut Alexander Sumarno, para atletnya memang kurang percaya diri lantaran baru pertama kali berlaga di BK PON. “biasanya latihan tidak ada kesalahan. Ini ada kesalahan sampai 6 kali, sebenarnya itu ada kena pinalti,” akunya.

“Hasil yang kami terima itu yang kami syukuri. Mereka tidak down. Begitu pertandingan kedua mereka sudah percaya diri. Jadi yang pertandingan tradisionalnya agak jauh 1 dan 2,” timpal Alexander Sumarno.

Selain itu, dia mengaku akan mengevaluasi pelatih yang dinilai belum bisa mengakomodir atlet saat rasa percaya dirinya menurun. “Saya juga masih mau mempertanyakan kesiapan keseluruhan, anak-anak ini tidak tenang dan pelatih belum mampu menenangkan mereka karena jam terbang mereka juga sempit hanya lingkup Kaltim saja dan itu yang kita mau tingkatkan saat menuju PON. Kelihatan sekali nervousnya berlebihan,” ujarnya.

Dari hasil BK PON kemarin, ada satu kategori yang masih dipertanyakan oleh Pengprov FOBI Kaltim kepada Pengurus Besar (PB) FOBI mengenai atletnya yang terkena diskualifikasi karena terjatuh saat bertanding. “Padahal ada juga atlet Kalsel (Kalimantan Selatan, Red.) yang terjatuh, namun tak terkena diskualifikasi,” paparnya. (adv/disporakaltim)