Rimbanusa.id – Fenomena pergaulan bebas di kalangan anak dan remaja di Kota Bontang kini menarik perhatian serius dari DPRD setempat. Temuan dari Rumah Sakit Amalia menunjukkan adanya peningkatan kasus perilaku seksual di kalangan remaja, yang dianggap sebagai sinyal kuat perlunya penanganan terpadu dari berbagai sektor.
Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, menegaskan bahwa informasi ini akan menjadi bahan penting dalam diskusi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait, terutama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
“Perhatian kami terhadap temuan rumah sakit ini sangat tinggi. Kasus pergaulan bebas di kalangan anak tidak bisa dianggap sepele. Kami akan menjadikannya sebagai topik utama dalam pembahasan di Komisi A dengan dinas terkait,” ujarnya pada Selasa (19/5/2026).
Heri menambahkan bahwa fenomena ini bukan hanya masalah individu, tetapi telah berkembang menjadi isu sosial yang berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas jika tidak segera ditangani dengan serius. Oleh karena itu, langkah-langkah konkret dari pemerintah daerah sangat diperlukan, baik melalui edukasi, pencegahan, maupun penguatan peran keluarga.
Politisi dari Partai Gerindra ini juga menyatakan bahwa Komisi A akan memulai pembahasan mengenai isu ini agar mendapat perhatian dalam kebijakan daerah. Mereka juga membuka kemungkinan untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) guna menggali informasi lebih dalam dan merumuskan langkah-langkah penanganan yang tepat.
“Kami ingin memastikan adanya upaya nyata, baik dari sisi edukasi maupun pengawasan. Ini menyangkut masa depan generasi muda Bontang,” tegasnya. (Adv)





