BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat regional. Kota Taman berhasil meraih penghargaan Terbaik II Tingkat Kota dalam ajang Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diterima oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Bontang, Akhmad Suharto, dan diserahkan langsung oleh Direktur Bisnis dan Syariah Bankaltimtara, Muhammad Edwin. Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian High Level Meeting (HLM) dan High Level Forum Multi Shareholder Gathering yang digelar Bankaltimtara di Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (3/2/2026).
Forum yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Februari 2026, mengangkat tema “Akselerasi Digitalisasi Daerah untuk Ekonomi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang Tangguh dan Berkelanjutan”. Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah pusat serta jajaran pemerintah daerah dari seluruh wilayah Kaltim dan Kaltara.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Bontang didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang Natalia Trisnawati, Sekretaris Bapenda Muhammad Syaifullah, Kepala BPKAD Kota Bontang Muhammad Syahbirin, serta pimpinan dan staf Bankaltimtara KC Bontang. Kehadiran para pejabat pengelola keuangan daerah ini sejalan dengan agenda forum yang menitikberatkan pada penguatan peran TP2DD di daerah.
Forum strategis ini menjadi ruang konsolidasi dan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah. Sejumlah agenda dibahas, mulai dari penguatan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD RI) hingga strategi optimalisasi kinerja TP2DD.
Akhmad Suharto menilai forum tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan layanan perpajakan dan retribusi yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel melalui sistem digital.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem digital daerah yang inklusif. Digitalisasi transaksi pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong peningkatan PAD sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,” ujarnya.
Penghargaan TP2DD yang diraih Bontang menjadi bukti bahwa upaya pemerintah kota dalam mengakselerasi peralihan transaksi tunai ke non-tunai, baik pada sisi belanja daerah maupun penerimaan pajak dan retribusi, telah berjalan sesuai arah kebijakan nasional dan mendapat pengakuan di tingkat regional.
Sebelumnya, Pemkot Bontang juga mencatat prestasi serupa dengan meraih penghargaan Terbaik II Tingkat Kota TP2DD se-Kalimantan Tahun 2025 yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (*)





