Pertalite Masih Disubsidi, DPRD Bontang Imbau Warga Tak Mudah Terpancing Isu Kenaikan Harga

Rimbanusa.id – Isu fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kerap memicu riak kecemasan di lapisan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meminta warga untuk tetap tenang dan mulai mencermati perbedaan mendasar antara skema BBM subsidi dan nonsubsidi agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman.

Andi Faiz meluruskan bahwa tidak semua produk BBM di SPBU otomatis ikut melonjak saat grafik minyak dunia merangkak naik. Pertalite yang menjadi tumpuan mayoritas pengendara, tegasnya, hingga saat ini masih diproteksi oleh subsidi penuh dari pemerintah. Berbeda halnya dengan Pertamax yang statusnya merupakan BBM komersial (nonsubsidi).

“Pemerintah masih berkomitmen memberikan subsidi untuk Pertalite. Namun untuk Pertamax, harganya memang fluktuatif mengikuti perkembangan pasar global,” jelas Andi Faiz, Kamis (18/6/2026).

Mekanisme penentuan harga yang bertolak belakang inilah yang menurutnya perlu dipahami secara utuh oleh publik. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan setiap kali ada kabar mengenai dinamika harga minyak mentah internasional.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa pergerakan harga BBM nonsubsidi sangat sensitif terhadap situasi geopolitik global. Salah satu faktor utama yang saat ini tengah menyedot perhatian dunia adalah arah diplomasi energi antara Amerika Serikat dan Iran.

“Jika nanti perundingan antara Amerika dan Iran membuahkan hasil yang positif, otomatis pasokan energi dunia lebih stabil dan harga Pertamax berpotensi besar untuk turun,” urai Andi Faiz memprediksi situasi.

Sebaliknya, jika tensi politik kedua negara tersebut kembali memanas dan kesepakatan buntu, pasar global dipastikan bergejolak kembali. “Kalau perundingannya gagal lagi, tentu ada konsekuensi harga akan merangkak naik karena mengikuti hukum pasar internasional,” tambahnya.

Kendati demikian, politisi ini mengingatkan bahwa kendali penuh atas kebijakan harga energi di dalam negeri tetap berada di bawah wewenang pemerintah pusat. Evaluasi berkala yang dilakukan dipastikan telah menimbang berbagai variabel, termasuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

“Harapan kita semua tentu situasi bisa terus stabil. Jika harga energi stabil, aktivitas ekonomi masyarakat akan lebih tenang dan dunia usaha pun dapat berputar dengan kepastian,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Andi Faiz mengajak seluruh warga Kota Bontang untuk lebih cerdas dan bijak dalam menyaring rentetan informasi yang beredar di media sosial, terutama terkait isu pemangkasan subsidi.

“Jangan mudah terpancing oleh isu yang belum jelas sumbernya. Mari cari informasi dari saluran resmi yang valid dan pahami konteksnya terlebih dahulu,” pungkasnya. (Adv)