Gejala Covid-19 di Malam Hari

ilustrasi sakit kepala. (sumber : pexels.com)

Rimbanusa.id – Gejala Covid-19, meski tergolong ringan tetapi harus tetap diwaspadai. Profesor Tim Spector, pendiri aplikasi Covid Zoe, mengingatkan ada dua gejala yang patut diwaspadai.

Pertama, gejala tersebut adalah kelelahan di pagi hari, bahkan setelah tidur nyenyak. Kedua, sakit tenggorokan yang bisa menjadi tanda infeksi.

“Sakit tenggorokan bahkan lebih sering dialami pasien Covid-19 daripada flu biasa,” tulis Spector dalam cuitan Twitter-nya.

Kondisi di atas, menurutnya, terjadi saat kasus Covid-19 di Inggris melonjak. Spector mengatakan ada lebih banyak kasus Covid-19 dibandingkan flu biasa. “Gejalanya hampir sama, kecuali umumnya lebih lelah dan sakit tenggorokan. Jadi, sebaiknya anggap itu Covid,” ujar Spector.

Untuk memastikannya, Spector menyarankan Anda untuk segera melakukan tes Covid-19 saat mengalami dua gejala di atas. Jika tak memungkinkan, segera lakukan isolasi mandiri.

Saat ini, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 berkontribusi besar terhadap lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara. Beberapa ahli telah melihat kemunculan gejala baru yang disebabkan subvarian ini. “Satu gejala tambahan dari BA.5 yang saya lihat adalah keringat di malam hari,” ujar ahli imunologi, Profesor Luke O’Neil.

Gejala baru ini muncul akibat karakter virus yang ikut berubah. Menurut O’Neil, ada beberapa komponen kekebalan tubuh yang merespons virus dengan cara berbeda.

Kondisi inilah yang membuat gejalanya sedikit berbeda. Selain kelelahan, keringat di malam hari, dan sakit tenggorokan, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 juga menimbulkan sejumlah gejala seperti berikut:

– batuk,
– pilek,
– sakit kepala,
– nyeri otot,
– mual dan muntah,
– demam.

(Sumber : independent.co.uk/Thomas Kingsley)

Editor : Fatimah M.