Rimbanusa.id – Program pendidikan kesetaraan gratis yang difasilitasi oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bontang terbukti menjadi angin segar bagi masyarakat yang putus sekolah. Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, menegaskan bahwa program ini adalah solusi nyata agar hak pendidikan seluruh lapisan warga terpenuhi tanpa terganjal masalah biaya.
Kendati demikian, Saeful menyayangkan masih minimnya informasi yang sampai ke masyarakat. Banyak warga yang mengira program ujian paket ini berbayar atau hanya sekadar ujian formalitas formal tanpa proses belajar.
“Sistem pembelajarannya itu sama persis dengan sekolah reguler pada umumnya, dan yang terpenting: sama sekali tidak dipungut biaya. Informasi penting seperti ini yang harus terus kita gaungkan,” ujar Saeful, Kamis (11/6/2026).
Untuk memecah kebuntuan informasi tersebut, Saeful berkomitmen memanfaatkan jejaring media sosial dan grup komunikasi miliknya demi menyebarluaskan program ini. Ia juga mendesak dinas terkait untuk menggencarkan sosialisasi agar kuota yang disediakan pemerintah bisa terserap maksimal.
Bukti bahwa belajar tidak mengenal batas usia terpancar jelas dalam acara Lepas Kenang Murid Kelas Akhir SPNF SKB Kota Bontang Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar baru-baru ini. Di antara para wisudawan, terdapat semangat luar biasa dari warga belajar senior, yakni lulusan berusia 45 tahun pada Program Paket A, 51 tahun pada Paket B, dan 52 tahun pada Paket C.
Apresiasi senada disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Pemkot Bontang, Lukman. Ia menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen hadir memberikan keadilan akses pendidikan bagi siapa saja.
“Pendidikan adalah hak dasar. Akses ini terbuka lebar untuk seluruh lapisan masyarakat Bontang tanpa ada diskriminasi usia maupun status sosial ekonomi,” tegas Lukman.
Berdasarkan data yang dilaporkan Kepala SPNF SKB Kota Bontang, Hairul Saleh, pada tahun ajaran ini pihaknya sukses meluluskan total 56 peserta didik kesetaraan, yang terdiri dari: Paket A 8 peserta, Paket B 17 peserta, Paket C: 31 peserta.
Selain pendidikan kesetaraan, momen kelulusan tersebut juga memeriahkan pelepasan 12 peserta didik dari angkatan pertama Satuan PAUD Sejenis (SPS).
Sebagai penutup, Saeful Rizal kembali mengingatkan masyarakat agar tidak berkecil hati jika terpaksa putus sekolah formal di masa lalu.
“Putus sekolah formal bukan akhir dari segalanya. Masih ada jalur nonformal lewat SKB yang siap mengantarkan warga Bontang meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv)





