Menteri Luhut Binsar Panjaitan Tanggapi Kritik Mandor Asing dalam Pembangunan IKN

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono saat meninjau proyek IKN pada Rabu, (17/5). (Foto: Dok. Otorita IKN)

Rimbanusa.id – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan merespon kritikan terkait pernyataan adanya mandor asing yang mengawasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, menurutnya hal tersebut merupakan pemikiran yang egois.

Luhut mengatakan hal itu dilakukan agar proyek pembangunan IKN berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Mulai dari kualitas dan ketepatan waktu.

Sebab, ia menekankan tujuan memilih mandor asing sebagai pengawas proyek IKN adalah agar Indonesia bisa belajar ilmu dari mereka untuk mewujudkan proyek pembangunan hijau seperti konsep yang di atur di IKN.

“Kita kadang-kadang ini munafik. Saya bilang pengawasan pembangunan ibu kota baru kita hire (pekerjakan) aja orang-orang bule, marah, masa kita enggak bisa? Emang enggak bisa,” pungkas Luhut dikutip dari detikfinance, Selasa, 13 Juni 2023.

Namun, ia menegaskan bahwa yang menjadi tenaga kerja asing (TKA) hanya pada bidang pengawas saja, untuk tenaga kerja yang lain merupakan pekerja dari dalam negeri.

Luhut menjelaskan bahwa penggunaan tenaga kerja asing akan digunakan untuk sementara waktu, yang akan bisa diganti di tengah-tengah proyek dengan pekerja dalam negeri. Hal ini serupa yang dilakukan oleh industri-industri integrity kita saat ini.

Terkait pengawasan oleh mandor Asing pada proyek IKN, Luhut mengatakan bahwa ia telah memperoleh persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, hal itu terpaksa dilakukan untuk memastikan kualitas bagunan Istana Negara di IKN merupakan yang terbaik. Sebab, ia menilai kualitas tempat tinggal presiden menentukan citra Indonesia.

“Oleh karena itu, saya lapor ke presiden, pengawas terpaksa dengan segala hormat pake bule untuk kualitas. Jangan sampai istana presiden itu jadi, tapi tidak bagus,” ungkapnya dalam Rapat Badan Anggaran, Jum’at (9/6). (Sumber: cnnindonesia.com)

Editor: Fuad