Pemkot Bontang Dorong UMKM Daftarkan HKI, Perkuat Daya Saing Ekonomi Kreatif

Foto: PPID Setda

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mengakselerasi pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi pelaku usaha melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan penyusunan strategi pengembangan ekonomi kreatif yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Bintang Sintuk pada Kamis (23/4/2026), dengan mengusung fokus pada optimalisasi kekayaan intelektual.

Mewakili Wali Kota, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pelaku usaha memperhatikan aspek legalitas, tidak hanya berorientasi pada produksi.
“Pelaku usaha harus mulai melihat legalitas sebagai nilai tambah. Dengan perlindungan hukum, produk akan lebih kuat dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa perlindungan HKI, pelaku usaha berisiko menghadapi sengketa merek atau klaim dari pihak lain yang dapat merugikan usaha mereka.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang, Doddy Rosdian, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan sedikitnya 30 karya atau produk didaftarkan HKI setiap tahun.

Untuk mencapai target tersebut, pelatihan dirancang secara praktis selama dua hari, yakni 23–24 April 2026. Hari pertama diisi dengan pemaparan materi terkait pentingnya HKI dan strategi pengembangan, sedangkan hari kedua difokuskan pada pendampingan langsung proses pendaftaran.

Program ini turut melibatkan sinergi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kalimantan Timur, guna memastikan proses perlindungan karya berjalan optimal.

Pemkot Bontang berharap, melalui langkah ini, pelaku ekonomi kreatif semakin sadar pentingnya legalitas, sehingga mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperkuat posisi di pasar nasional maupun global.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan semangat bersama peserta melalui yel-yel motivasi sebagai simbol komitmen dalam memajukan ekonomi kreatif Kota Bontang. (*)