Pemkot Bontang Luncurkan Aplikasi Pondok Pasilan, Permudah Layanan Adminduk Secara Digital

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang resmi memperkenalkan inovasi layanan digital melalui peluncuran Aplikasi Pondok Pasilan (Pelayanan Online Dokumen Pencatatan Sipil dan Kependudukan), Rabu (22/04/2026) pagi. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium 3 Dimensi dan menjadi bagian dari upaya modernisasi pelayanan administrasi kependudukan.

Peluncuran aplikasi tersebut turut dihadiri Kepala Disdukcapil Provinsi Kalimantan Timur Kasmawati, jajaran Forkopimda Bontang, perwakilan kecamatan dan kelurahan, organisasi masyarakat, hingga mitra kerja serta insan media.
Kepala Disdukcapil Kota Bontang menjelaskan, kehadiran Pondok Pasilan merupakan terobosan untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor layanan seperti Disdukcapil maupun Mal Pelayanan Publik (MPP).

Menurutnya, sistem berbasis online ini dirancang agar layanan menjadi lebih cepat, praktis, dan transparan, sekaligus menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui aplikasi ini, kami ingin memastikan pelayanan administrasi kependudukan dapat diakses dengan mudah oleh semua warga, tanpa terkendala jarak maupun waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluncuran ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital pelayanan publik di Kota Bontang. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat penggunaan layanan berbasis teknologi dalam pengurusan dokumen resmi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang terlibat dalam pengembangan aplikasi tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik.

“Pemkot Bontang akan terus menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan efisien. Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Disdukcapil dan Diskominfo, yang telah berkontribusi dalam menghadirkan inovasi ini,” tuturnya.
Dengan diluncurkannya Aplikasi Pondok Pasilan, Pemkot Bontang berharap pelayanan administrasi kependudukan menjadi lebih inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. (*)