Rimbanusa.id – Langkah penanganan mitigasi bencana di Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan, dinilai belum menyentuh akar masalah. Anggota Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang, menyoroti penataan area bekas galian C tersebut yang hingga kini belum memiliki solusi permanen, sehingga ancaman longsor susulan terus mengintai warga saat intensitas hujan meningkat.
Menurut Joni, upaya darurat yang sempat dilakukan pemerintah daerah terbukti tidak cukup kuat menahan pergeseran tanah. Warga setempat pun dipaksa terus hidup dalam kecemasan setiap kali cuaca buruk melanda.
“Yang dibutuhkan sekarang bukan lagi solusi sementara. Pemerintah perlu memikirkan penanganan permanen supaya warga tidak terus was-was setiap musim hujan,” ujar Joni dengan tegas, Senin (15/6/2026).
Politisi ini mendesak pemerintah daerah untuk bergerak lebih taktis dan cepat. Terlebih, kawasan ini bukan pertama kalinya terkikis. Pada Januari 2026 lalu, Kampung Timur sudah sempat dihantam longsor. Ironisnya, dinding penahan sementara yang dibangun pasca-kejadian justru kembali jebol saat diguyur hujan deras pada Mei kemarin.
“Kalau hanya mengandalkan penanganan darurat, risiko longsor akan tetap ada. Ini harus diselesaikan sampai tuntas ke akar masalahnya,” tambahnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait untuk segera turun tangan. Saat ini, pemerintah daerah tengah mengkaji skema pembiayaan terbaik untuk proyek tersebut.
Neni membeberkan ada dua opsi anggaran yang dipertimbangkan, yakni dana Belanja Tidak Terduga (BTT) atau alokasi pada APBD Perubahan 2026. Namun, status penyebab longsor menjadi faktor penentu regulasi anggaran.
“Masih kami bahas bersama. Jika menggunakan dana BTT, peruntukannya biasanya murni untuk bencana alam. Sementara kondisi di lokasi ini dipicu oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan. Jadi, kemungkinan besar kita akan menunggu pembiayaan melalui APBD Perubahan,” urai Neni menjelaskan duduk perkara. (Adv)





