Rimbanusa.id – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) resmi menetapkan Romy Wijayanto sebagai Direktur Utama menggantikan Muhammad Yamin. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam RUPS yang digelar di Samarinda pada Kamis (23/4).
Keputusan ini diambil oleh seluruh pemegang saham yang terdiri dari pemerintah daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Penunjukan Romy didasarkan pada hasil penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana ia memperoleh skor tertinggi dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyatakan bahwa pemilihan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan kandidat. Ia menegaskan bahwa hasil penilaian dari OJK menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan oleh para pemegang saham.
Romy Wijayanto dikenal sebagai bankir profesional dengan pengalaman panjang di industri perbankan. Sebelum dipercaya memimpin Bankaltimtara, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Strategi di Bank DKI pada periode 2020 hingga 2024.
Selama menjabat di Bank DKI, Romy terlibat dalam berbagai program transformasi perusahaan, termasuk penguatan kinerja keuangan dan strategi bisnis. Di bawah kepemimpinannya di bidang keuangan, Bank DKI mencatat kinerja positif, termasuk peningkatan laba perusahaan serta penguatan manajemen risiko.
Atas kinerjanya tersebut, Romy juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi di bidang keuangan. Ia tercatat meraih penghargaan Best Chief Financial Officer (CFO) selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023 hingga 2025, yang diberikan oleh lembaga media ekonomi nasional.
Dengan rekam jejak tersebut, Romy dinilai memiliki kapasitas untuk membawa Bankaltimtara menjadi lebih kompetitif, baik di tingkat regional maupun nasional. Para pemegang saham berharap kepemimpinan baru ini mampu mendorong inovasi, meningkatkan kinerja perusahaan, serta memperkuat peran bank daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi.
Penunjukan Romy juga menjadi bagian dari upaya penyegaran manajemen di tubuh Bankaltimtara. Ia akan memimpin bank tersebut untuk periode 2026 hingga 2030, dengan tantangan untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Selain itu, pemerintah daerah sebagai pemegang saham juga menaruh harapan besar agar Bankaltimtara dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam pembiayaan sektor produktif dan penguatan ekonomi daerah.
Dengan latar belakang pengalaman di bank pembangunan daerah besar seperti Bank DKI serta berbagai pencapaian profesional, Romy Wijayanto diharapkan mampu membawa Bankaltimtara ke arah yang lebih progresif dan berkelanjutan. (Suriadi Said/Pranala.co)
Editor: Farhan





