Rimbanusa.id – Kota Balikpapan dinilai sukses menjadi salah satu daerah dengan progres paling impresif dalam pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP) secara nasional, di tengah tantangan pelik terkait keterbatasan lahan yang menghambat banyak wilayah lain di Indonesia. Pencapaian ini menempatkan Balikpapan sebagai daerah yang paling siap dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi komunitas, melampaui kesiapan sejumlah kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, hingga Bali.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, saat melakukan kunjungan kerja kepada Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, Rabu (8/4). Trenggono menyebutkan bahwa dukungan penyediaan lahan dari Pemkot Balikpapan menjadi kunci utama percepatan proyek strategis ini.
“Kendala terbesar di berbagai kota adalah lahan. Namun Balikpapan termasuk yang cukup mendukung dibanding daerah lain,” ungkap Trenggono. Ia menambahkan bahwa sesuai Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, pembangunan KMP kini dipusatkan di tingkat kelurahan untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat tanpa membebani warga dengan iuran anggota.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, memastikan bahwa infrastruktur KMP di Balikpapan terus berjalan simultan. Saat ini, satu unit di Kelurahan Graha Indah telah rampung total, sementara 16 lokasi lainnya sedang dalam tahap persiapan matang. Pemerintah kota menargetkan sedikitnya 10 unit KMP sudah berdiri kokoh pada Juni 2026 mendatang.
Meski masih menghadapi tantangan lahan yang berada di bawah kewenangan kementerian dan BUMN, Pemkot Balikpapan telah bergerak cepat dengan bersurat ke pemerintah pusat untuk percepatan alih fungsi. Program ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga pokok, tetapi juga memperkuat ekosistem UMKM lokal melalui jaringan distribusi koperasi yang terintegrasi. (Sumber: Ardian/borneoflash.com)
Editor: Farhan





