Rimbanusa.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan melakukan penyaringan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar digital sebagai upaya memperkuat daya saing di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini dilakukan agar pelaku UMKM lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, mengatakan pengembangan UMKM berbasis digital menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi perubahan ekonomi yang akan terjadi seiring pembangunan IKN. Menurutnya, transformasi digital menjadi kebutuhan agar UMKM mampu bersaing dengan pelaku usaha dari berbagai daerah maupun luar negeri.
“UMKM lokal jangan sampai hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” ujar Bimo.
Bank Indonesia melakukan proses kurasi terhadap UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang di pasar digital. Penyaringan dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas produk, kapasitas produksi, legalitas usaha, hingga kemampuan adaptasi terhadap teknologi digital.
UMKM yang lolos seleksi nantinya akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan, termasuk dalam aspek pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga penguatan merek produk. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku usaha lokal untuk memasuki pasar yang lebih luas.
Menurut BI Balikpapan, pembangunan IKN akan membawa perubahan besar terhadap pola ekonomi di Kalimantan Timur. Kehadiran investasi dan pertumbuhan penduduk diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap berbagai produk dan jasa.
Karena itu, pelaku UMKM lokal didorong agar dapat mengambil peluang ekonomi yang muncul. Digitalisasi dianggap menjadi salah satu kunci agar usaha lokal mampu menjangkau pasar yang lebih besar dan bersaing secara modern.
Selain itu, BI juga menilai penggunaan platform digital dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas jaringan pemasaran. Produk-produk lokal diharapkan tidak hanya dipasarkan secara konvensional, tetapi juga mampu masuk ke pasar nasional bahkan internasional.
Program penguatan UMKM ini juga dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas bisnis, dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pembangunan IKN diperkirakan akan membuka peluang usaha di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, jasa, hingga industri kreatif. Pelaku usaha lokal diharapkan mampu memanfaatkan momentum tersebut agar dapat tumbuh bersama perkembangan kawasan ibu kota baru.
Bank Indonesia menegaskan bahwa penguatan UMKM bukan hanya soal peningkatan ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekonomi lokal di tengah arus investasi besar yang masuk ke IKN.
Dengan adanya proses seleksi dan pendampingan ini, BI berharap UMKM di Kalimantan Timur dapat naik kelas dan menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Nusantara.
Ke depan, digitalisasi dan peningkatan kualitas produk dinilai akan menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing UMKM di era ekonomi baru. Karena itu, pelaku usaha lokal didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. (Sumber: Hilda B./kompas.com)
Editor: Farhan





