Rimbanusa.id – Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, menyatakan dukungan terhadap kebiasaan membaca kitab suci sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai di sekolah-sekolah. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah positif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak usia dini.
Ia menegaskan, pembiasaan tersebut tidak hanya berlaku bagi pelajar muslim yang membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagi siswa dari agama lain yang diberikan kesempatan membaca kitab suci sesuai keyakinan masing-masing. Dengan demikian, nilai toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman juga dapat tumbuh di lingkungan sekolah.
“Ini merupakan salah satu cara untuk menginternalisasikan nilai-nilai agama kepada anak-anak. Program seperti ini harus dipertahankan, diteruskan, bahkan ditingkatkan. Semua peserta didik, apa pun agamanya, memiliki kesempatan yang sama untuk memperkuat pemahaman keagamaannya,” ujar Saeful.
Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya diberikan melalui materi pelajaran di kelas. Kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti membaca kitab suci sebelum pelajaran dimulai, dinilai mampu membentuk karakter, kedisiplinan, serta memperkuat moral peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Saeful berharap pembiasaan tersebut dapat melahirkan generasi muda Bontang yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, etika, dan integritas yang baik. Ia menilai pemahaman agama yang tertanam sejak dini akan menjadi pedoman dalam bersikap dan mengambil keputusan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan agama merupakan tanggung jawab bersama. Selain sekolah, orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak kepada anak sejak di lingkungan keluarga.
“Kalau nilai-nilai agama sudah tertanam dengan baik dalam diri seseorang, maka apa yang dilakukan akan selalu mengarah pada hal-hal yang positif. Karena itu, pendidikan agama harus menjadi prioritas bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua,” tutupnya. (Adv)





