BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mengintensifkan strategi untuk memperluas daya tarik investasi. Tidak hanya melalui forum rapat dan komunikasi formal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mulai mengeksekusi langkah promosi kreatif di berbagai ruang publik.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pemasangan videotron di sejumlah titik yang dianggap paling efektif menjangkau masyarakat maupun tamu yang masuk ke kota.
“Tiga lokasi yang kami rencanakan untuk pemasangan videotron adalah Terminal Bontang Kuala, Tugu Selamat Datang, dan Simpang Empat Loktuan. Media ini akan kami gunakan untuk menampilkan promosi investasi secara lebih menarik,” ujar Karel, Senin (27/10).
Tak hanya mengandalkan sarana visual di area publik, DPMPTSP juga memperluas strategi melalui media massa dan platform digital. Langkah ini diharapkan dapat memperkenalkan kawasan industri Bontang secara lebih luas, khususnya kepada para investor potensial yang sedang mencari lokasi pengembangan usaha.
“Kami bekerja sama dengan media untuk memperkuat penyebaran informasi terkait peluang investasi. Targetnya, Bontang semakin dikenal sebagai kota industri yang prospektif, baik bagi investor domestik maupun luar negeri,” jelasnya.
Karel mengakui, promosi berskala internasional menjadi cita-cita yang ingin diwujudkan, termasuk menampilkan branding Bontang di bandara luar negeri. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama.
“Itu mimpi yang ingin kami capai. Tapi realitasnya, promosi di bandara dalam negeri saja masih sangat terbatas. Meski begitu, kami tetap berupaya maksimal dengan sumber daya yang ada,” ungkapnya.
Meski menghadapi sejumlah kendala, DPMPTSP tetap optimistis. Mereka percaya, promosi yang konsisten dan kreatif akan memperkuat citra Bontang sebagai kota yang ramah investasi.
“Jika branding kota ini semakin kuat, investor akan datang dengan sendirinya. Harapan kami, Bontang dikenal bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota investasi berkelanjutan,” tutup Karel. (adv)





