Rimbanusa.id – Maraknya aksi balap liar di Kota Bontang kembali memicu desakan agar pemerintah daerah segera menyediakan wadah yang aman bagi para pencinta otomotif. Mengingat proyek sirkuit permanen belum bisa terealisasi dalam waktu dekat, DPRD Bontang menilai bahwa tindakan represif atau penertiban saja tidak akan cukup menuntaskan masalah klasik ini.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menegaskan bahwa penindakan oleh aparat kepolisian memang krusial demi keselamatan publik. Kendati demikian, pemerintah juga wajib memikirkan solusi jangka panjang untuk memayungi bakat terpendam para pemuda di jalur yang tepat.
“Kalau ada wadah resmi, latihan atau balapan bisa digelar dengan standar keselamatan tinggi. Jangan biarkan anak-anak kita bertaruh nyawa di jalanan tanpa perlengkapan yang layak,” ujar Winardi, Jumat (5/6/2026).
Ia pun menawarkan solusi konkret berupa ruang dialog antara Pemkot, DPRD, kepolisian, dan komunitas otomotif untuk menentukan lokasi latihan sementara yang aman—jauh dari permukiman dan tidak mengganggu warga. Winardi memastikan DPRD siap memfasilitasi pertemuan tersebut dengan OPD terkait dan Satlantas Polres Bontang.
Di sisi lain, harapan publik untuk memiliki sirkuit permanen tampaknya harus tertunda. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengakui anggaran daerah tahun 2026 belum mampu membiayai proyek yang rencananya ditempatkan di eks Bandara Bontang Lestari tersebut. Saat ini, pemerintah masih memprioritaskan program lain yang lebih mendesak.
“Belum bisa dibangun tahun ini. Proses persiapan maupun penganggarannya memang belum ada karena keterbatasan dana,” ungkap Neni.
Isu ini kembali mencuat setelah Satlantas Polres Bontang mengamankan 69 motor dalam penggerebekan balap liar di Bontang Lestari akhir Mei lalu. Menanggapi hal itu, Winardi kembali mengingatkan bahwa fasilitas publik seperti area Kantor Wali Kota tidak boleh disalahgunakan untuk ajang adu kecepatan.
“Prinsipnya kita tidak melarang hobi mereka, tapi keselamatan adalah yang utama. Tempatnya harus sesuai dan standarnya harus dipenuhi,” tutupnya. (Adv)





