BONTANG — Realisasi investasi Kota Bontang pada triwulan II tahun 2025 menunjukkan perkembangan positif. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat nilai investasi mencapai Rp589,6 miliar, atau 42,98 persen dari target tahunan sebesar Rp2,5 triliun.
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kota Bontang sebagai daerah yang ramah bagi dunia usaha.
“Realisasi investasi triwulan II ini cukup menggembirakan. Ini bukti bahwa Bontang tetap dipandang sebagai daerah dengan potensi ekonomi yang kuat dan iklim investasi yang stabil,” ungkapnya, Senin (27/10/2025).
Menurut Aspiannur, pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik, terutama pada sektor perizinan dan pendampingan pelaku usaha.
“Kami terus mendorong percepatan layanan perizinan dan memberikan dukungan bagi investor. Tujuan akhirnya tidak hanya pada angka investasi, tetapi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.
Pada triwulan II, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp14,66 miliar (2,49 persen), sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan Rp574,98 miliar (97,51 persen). Total investasi tersebut disalurkan oleh 199 pelaku usaha melalui 1.486 proyek, yang turut memberi peluang kerja bagi 712 tenaga kerja.
Dari persebaran wilayah, Kecamatan Bontang Utara menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp555,52 miliar (94,21 persen). Disusul Bontang Selatan sebesar Rp26,84 miliar (4,55 persen) dan Bontang Barat sebesar Rp7,27 miliar (1,23 persen).
Adapun lima sektor utama penyumbang investasi PMDN pada triwulan II yakni:
Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi: Rp510,15 miliar (88,73%)
Transportasi, gudang, dan komunikasi: Rp22,96 miliar (3,99%)
Usaha jasa lainnya: Rp15,25 miliar (2,65%)
Perdagangan dan reparasi: Rp12,78 miliar (2,22%)
Konstruksi: Rp5,55 miliar (0,96%)
Melihat tren yang positif, Aspiannur optimistis target investasi tahun 2025 dapat tercapai.
“Dengan dukungan semua pihak dan terus membaiknya iklim investasi, kami yakin target Rp2,5 triliun pada akhir tahun bisa diraih,” tutupnya. (adv)





