Rimbanusa.id – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi memulai proyek ambisius penataan ulang kawasan Pelabuhan Penajam secara menyeluruh. Langkah strategis ini diambil guna menghapus kesan kumuh dan mengubah gerbang laut utama tersebut menjadi kawasan transportasi modern yang representatif sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengonfirmasi bahwa proyek besar ini telah memasuki tahap awal dengan pembentukan tim khusus yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati PPU. Tim ini diterjunkan untuk menyisir validitas data di lapangan sebelum alat berat mulai bekerja melakukan perombakan fisik.
“Sudah kita mulai. Sekarang fokus kita masih di pendataan, mulai dari kepemilikan lahan sampai kondisi di lokasi,” ujar Mudyat Noor saat memberikan keterangan di Penajam, Selasa (31/26).
Identifikasi Lahan Jadi Kunci Vital
Persoalan status lahan dan kesemrawutan tata ruang selama ini menjadi kendala utama yang menghambat pengembangan Pelabuhan Penajam. Melalui pendataan yang komprehensif, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa hasil akhir penataan memiliki dasar hukum yang kuat dan konsep yang terintegrasi.
Langkah ini juga merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kritik tajam dari DPRD PPU. Para legislator sebelumnya menilai kondisi pelabuhan saat ini tidak mencerminkan posisi strategis PPU yang kini berada di garis depan pembangunan IKN. Pelabuhan Penajam dinilai masih tertinggal jauh dalam hal fasilitas dan estetika jika dibandingkan dengan titik penyeberangan di wilayah tetangga.
Estimasi Anggaran dan Skema Pendanaan
Mudyat Noor tidak menampik bahwa transformasi total ini memerlukan sokongan dana yang fantastis. Pemerintah kabupaten mengestimasi kebutuhan anggaran mencapai lebih dari Rp200 miliar untuk menyulap kawasan tersebut menjadi simpul transportasi air yang mumpuni.
“Anggarannya memang besar, tapi kita cari dari berbagai sumber. Yang penting tahap awal ini kita bereskan dulu persoalan di lapangan,” tegas Mudyat. Beliau menambahkan bahwa pemerintah daerah tengah menjajaki berbagai skema pendanaan, baik melalui APBD murni, bantuan keuangan provinsi, maupun koordinasi dengan pemerintah pusat mengingat urgensi mobilitas menuju IKN.
Modernisasi Transportasi Rakyat
Konsep penataan fisik nantinya tidak hanya menyasar pada keindahan visual, tetapi juga fungsionalitas bagi pengguna transportasi rakyat. Fasilitas penyeberangan speedboat dan kapal klotok akan diatur dalam zonasi yang lebih rapi, aman, dan nyaman.
Sebagai titik pertama yang dilihat oleh pendatang yang menyeberang dari arah Balikpapan, Pelabuhan Penajam memikul beban sebagai “etalase” daerah. Modernisasi pelabuhan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi penumpang sekaligus menumbuhkan sentra ekonomi baru di sekitar pesisir.
“Pelabuhan ini kan salah satu pintu masuk. Harus terlihat rapi dan layak, apalagi kita berhadapan langsung dengan Balikpapan,” pungkas Mudyat.
Dengan dimulainya penataan ini, Pemerintah Kabupaten PPU optimis Pelabuhan Penajam akan bertransformasi dari sekadar tempat tambat kapal menjadi ikon baru infrastruktur daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di masa depan. (Sumber: Niswar Kullah/rri.co.id)
Editor: Nabila





