Rimbanusa.id – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penikaman yang menewaskan kader partainya, Agrapinus Rumatora, di Maluku Tenggara. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4).
Kasus penikaman tersebut terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT. Saat itu, korban baru saja tiba dari Jakarta sebelum diserang oleh pelaku menggunakan senjata tajam. Korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.
Bahlil menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nus Kei yang juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara. Ia menyebut korban sebagai sosok yang dekat dan memiliki kontribusi besar bagi partai.
“Ya kami turut berduka atas meninggalnya saudara kami. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik,” ujar Bahlil.
Selain menyampaikan belasungkawa, Bahlil menegaskan bahwa pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara serius dan transparan. Ia juga telah menginstruksikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, untuk mengawal proses hukum hingga tuntas.
“Kami serahkan kepada aparat penegak hukum, tetapi kami minta agar kasus ini diusut secara tuntas dan diselesaikan secara saksama,” kata Bahlil.
Sementara itu, pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan mengamankan dua orang terduga pelaku yang berinisial HR (28) dan FU (36). Kedua pelaku kemudian dipindahkan ke Ambon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dengan pertimbangan keamanan.
Kepolisian juga terus mendalami motif di balik penikaman tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor konflik pribadi atau latar belakang lain yang melatarbelakangi kejadian. Proses penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap secara menyeluruh kronologi serta pihak-pihak yang terlibat.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi internal partai, tetapi juga publik secara luas. Kasus kekerasan yang terjadi di ruang publik seperti bandara dinilai memerlukan penanganan cepat dan tegas guna menjaga rasa aman masyarakat.
Partai Golkar sendiri menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Selain memastikan keadilan bagi korban, langkah ini juga bertujuan untuk memberikan kepastian hukum serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus penikaman yang menewaskan Nus Kei menjadi pengingat penting akan perlunya peningkatan keamanan di ruang publik serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku tindak kekerasan. Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat bekerja maksimal agar kasus ini dapat diselesaikan secara transparan dan berkeadilan. (Baharudin Al Farisi/Kompas.com)
Editor: Farhan





