Franchise Burger Terbesar Dunia Akui Kerugian Fantastis Akibat Keluar dari Rusia

Rimbanusa.id – Jaringan restoran cepat saji McDonald’s membukukan penurunan pendapatan 3% pada paruh pertama tahun ini, sebagian karena keluar dari pasar Rusia.

“Beban sebelum pajak terkait dengan penjualan bisnis Perusahaan di Rusia berjumlah USD1,3 miliar (Rp19 triliun) dalam enam bulan pertama tahun ini,” ungkap laporan terbaru McDonald’s, dilansir RT.com pada Selasa (26/7/2022).

Restoran McDonald’s tutup sementara di Rusia pada Maret, bergabung dengan eksodus perusahaan asing setelah sanksi Barat.

Restoran tetap tutup selama penjualan perusahaan kepada pembeli lokal pada pertengahan Juni.

“Untuk memastikan keberhasilan transfer bisnis di Rusia kepada pembeli, Perusahaan terus membayar karyawan dan melakukan pembayaran sewa hingga tanggal perjanjian penjualan yang ditandatangani,” ungkap McDonald’s.

Raksasa burger global, yang memiliki lebih dari 800 lokasi di Rusia itu menjual asetnya kepada pengusaha Alexander Govor, yang memiliki waralaba perusahaan, dengan jumlah yang tidak diungkapkan, yang menurut banyak pihak, jauh lebih rendah dari harga pasar.

Restoran tersebut telah dibuka kembali di Rusia dengan merek Vkusno i Tochka atau Just Tasty. (Sumber: sindonews.com/Syarifudin)

Editor: Faizah