KNPI Kaltim Minta Kesiapan Generasi Muda Bersaing di IKN

Rimbanusa.id – Ketua KNPI Kaltim Arief Rahman Hakim mengatakan ada kecemasan tersendiri melihat euforia pembangunan IKN di PPU. Dia justru mempertanyakan kesiapan para pemuda lokal, khususnya di seluruh kabupaten/kota, untuk bersaing di sana.

“Apakah kita sipa menjadi ibukota? Apakah kita hanya menjadi pelaku? Ikut ambil bagian? Atau hanya menonton?” katanya. “Kalau mau jadi pelaku, kalau kata para ahli, pemuda itu harus adaptif dengan situasi dan kondisi,” sambungnya, saat diwawancara media ini.

Secara umumm, Arif Rahman Hakim berpendapat, pembangunan IKN itu harus didukung oleh unsur pemuda di Kalimantan. “Pemuda harus bersama-sama mendukung proyeksi pembangunan IKN. Sebagai representasi masyarakat Kalimantan Timur, pemuda tidak boleh sekadar jadi penonton. Pemuda harus ambil bagian dalam momentum Ibu Kota Nusantara ini,” ungkapnya.

Disamping itu, Arief Rahman Hakim menegaskan, KNPI merupakan wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan di semua level. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan kota, hingga provinsi serta nasional. “Terlepas dari dinamika nasional tentang KNPI saat ini, hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap KNPI di Kaltim,” bebernya.

Makanya, bagi Arif Rahman Hakim, bicara soal kepemudaan di Kaltim saat ini, nyaris semua elemen selalu mengaitkannya dengan IKN. Entah itu sekadar melihat, menyoroti, hingga mengawal. “Ditunjuknya Kaltim sebagai IKN harus kita syukuri dan banggakan, Tetapi disitu juga ada tantangan,” ujarnya.

Menurut Arif Rahman Hakim, terlepas banyaknya pekerjaan rumah, di usia ke 66 Kaltim, keberadaan IKN merupakan anugerah khusus bagi para pemuda untuk mempersiapkan diri. Terlebih di era digital saat ini.

“Hari ini kita bicara sesuatu hal, dan sekian detik sudah bisa diakses. Pemanfaatan transformasi era digital ini menjadi sorotan dan perhatian kepada pemuda di Kaltim, agar gadget yang kita gunakan lebih bermanfaat,” tuturnya. (adv/disporakaltim)