Minim Gedung Tinggi, DPRD Bontang Dorong Pembenahan Ruang Publik demi Wajah Kota yang Indah

Rimbanusa.id – Pemerintah Kota Bontang didorong untuk memaksimalkan penataan ruang publik sebagai strategi jitu memperkuat citra daerah. Langkah ini dinilai sangat realistis dan efektif di tengah keterbatasan anggaran untuk membangun proyek fisik berskala besar.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menyatakan bahwa pesona sebuah kota tidak selalu diukur dari megahnya gedung pencakar langit atau proyek monumental. Sebaliknya, ruang publik yang bersih, rapi, dan humanis justru jauh lebih membekas di hati warga maupun pendatang.

“Kalau kita memang belum memiliki banyak gedung besar atau hotel tinggi, maka yang harus dikejar adalah kenyamanan dan estetika kota. Hal pertama yang dinilai orang saat menginjakkan kaki di Bontang adalah suasananya,” ujar Rustam.

Menurut Rustam, elemen-elemen dasar seperti revitalisasi trotoar yang ramah pejalan kaki, perawatan taman kota yang hijau, hingga optimalisasi lampu penerangan jalan adalah kunci utama dalam membangun identitas Bontang sebagai kota yang ramah.

Lebih dari sekadar keindahan visual, penataan ini diyakini memiliki efek domino terhadap roda ekonomi. Kota yang tertata apik secara otomatis akan menjadi magnet bagi wisatawan luar daerah sekaligus meningkatkan rasa percaya diri para investor untuk menanamkan modalnya.

Di sisi lain, Rustam juga memberikan catatan kritis terkait jaringan kabel dan tiang utilitas yang masih menjuntai semrawut di beberapa sudut kota. Kondisi tersebut dinilai merusak pemandangan dan harus segera dibenahi.

“Kami ingin sistem utilitas kota ini lebih tertib. Jangan sampai kesemrawutan kabel justru merusak kesan rapi yang ingin kita bangun,” tambahnya.

Demi mewujudkan hal tersebut, Rustam memberi sinyal bahwa DPRD Bontang siap menggodok regulasi khusus yang mengatur standardisasi penataan utilitas di masa depan agar estetika kota tetap terjaga.

Ia optimistis, konsistensi pemkot dalam memoles ruang publik akan membawa perubahan besar bagi kemajuan Bontang, baik dari sektor pariwisata maupun geliat ekonomi lokal.

“Jika kotanya nyaman dan tertata, warga akan senang beraktivitas dan pengunjung pun pasti rindu untuk kembali. Ini adalah investasi jangka panjang untuk citra Bontang,” pungkasnya. (Adv)