Prabowo Umumkan Reshuffle, Tiga Nama Baru Resmi Menjabat

Presiden Prabowo Subianto melantik pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4). (Foto: Muchlis Jr/BPMI Setpres)

Rimbanusa.id – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih dengan melantik sejumlah pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4). Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan serta meningkatkan efektivitas koordinasi antar lembaga.

Dalam reshuffle kali ini, terdapat enam pejabat yang dilantik untuk mengisi posisi strategis, mulai dari kementerian hingga lembaga pemerintah dan penasihat presiden. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden dengan prosesi pengambilan sumpah jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Adapun enam pejabat yang dilantik adalah:

  1. Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
  2. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
  3. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan
  4. Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
  5. Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi
  6. Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia

Reshuffle ini disebut sebagai salah satu langkah evaluasi berkala yang dilakukan Presiden sejak menjabat pada 2024. Bahkan, hingga April 2026, perombakan kabinet telah dilakukan beberapa kali sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan pemerintahan.

Masuknya sejumlah nama baru juga menunjukkan adanya kombinasi latar belakang dalam kabinet, mulai dari aktivis buruh, militer, hingga profesional di bidang komunikasi dan kebijakan publik. Salah satu sorotan adalah penunjukan Jumhur Hidayat yang berasal dari kalangan serikat pekerja sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Selain itu, beberapa pejabat lama juga kembali dipercaya mengisi jabatan baru. Misalnya, Hasan Nasbi yang sebelumnya pernah berada di lingkar komunikasi pemerintahan kini kembali sebagai penasihat khusus presiden.

Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara dengan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk menteri koordinator, pimpinan lembaga, hingga aparat TNI dan Polri. Prosesi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan keputusan presiden, dan pengambilan sumpah jabatan.

Pemerintah menilai reshuffle ini diperlukan untuk memperkuat sektor-sektor strategis, terutama dalam bidang lingkungan hidup, pangan, serta komunikasi publik. Penataan ulang struktur dan pengisian jabatan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kebijakan serta mempercepat pencapaian program prioritas nasional.

Perombakan kabinet juga mencerminkan dinamika politik dan kebutuhan adaptasi dalam pemerintahan. Dengan komposisi baru ini, Presiden berharap kinerja kabinet dapat semakin optimal dalam menghadapi berbagai tantangan nasional, termasuk isu ekonomi, lingkungan, dan pelayanan publik.

Reshuffle kabinet menjadi salah satu instrumen penting bagi presiden dalam menjaga stabilitas dan efektivitas pemerintahan. Melalui langkah ini, diharapkan koordinasi antar kementerian dan lembaga dapat berjalan lebih baik serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Sumber: Eva Safitri/Detik.com)

Editor: Farhan