DPRD Bontang Desak Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Krisis Air Bersih dan Stunting di Wilayah Pesisir

Rimbanusa.id – Masalah krisis air bersih dan tingginya angka stunting yang masih menghantui warga kawasan pesisir Kota Bontang memicu sorotan tajam dari kalangan legislatif. Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan masa depan generasi mendatang.

Saeful memaparkan bahwa minimnya akses terhadap air bersih berbanding lurus dengan buruknya sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir. Kondisi lingkungan yang tidak higienis inilah yang menjadi salah satu pemicu utama melonjaknya kasus tengkes atau stunting pada anak-anak di wilayah tersebut.

Menanggapi situasi krusial ini, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret. Penanganan masalah sistemik di pesisir menurutnya membutuhkan komitmen serta tindakan nyata dari semua pihak.
“Pemerintah, DPRD, masyarakat, dan perusahaan harus bersama-sama membenahi hal itu,” tegas Saeful.

Secara khusus, ia mendorong perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Bontang untuk mengoptimalkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR mereka. Kontribusi dunia usaha sangat dibutuhkan untuk menyokong penyediaan sarana air bersih serta program perbaikan gizi masyarakat pesisir.

Di saat yang sama, Pemerintah Kota Bontang juga dituntut untuk memberikan porsi perhatian yang seimbang melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan penyesuaian kemampuan finansial daerah yang tepat sasaran, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat diyakini mampu menuntaskan persoalan air bersih dan stunting di kawasan pesisir secara permanen. (Adv)