DPRD Bontang Dorong Peningkatan Fasilitas Asrama Mahasiswa di Luar Daerah

Asrama mahasiswa di luar Bontang (Ist)

Rimbanusa.id – DPRD Kota Bontang menaruh perhatian terhadap kondisi asrama mahasiswa asal Bontang yang tengah menempuh pendidikan di sejumlah daerah. Peningkatan fasilitas dinilai penting untuk menciptakan lingkungan hunian yang nyaman dan menunjang aktivitas akademik mahasiswa.

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan aspirasi terkait perbaikan dan penambahan fasilitas asrama merupakan hal yang wajar. Menurutnya, ketersediaan sarana yang memadai dapat memberikan kenyamanan bagi mahasiswa selama menjalani pendidikan di luar daerah.

Hal tersebut disampaikan Saeful Rizal saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ia mengaku telah beberapa kali meninjau langsung kondisi asrama mahasiswa Bontang di beberapa daerah, seperti Malang, Balikpapan, dan Samarinda. Dari kunjungan tersebut, ia dapat melihat secara langsung sejumlah kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Memang wajar kalau mereka meminta fasilitas di-upgrade. Karena ada hubungannya dengan kenyamanan studi dan prestasi akademik,” ujarnya.

Kendati demikian, Saeful mengingatkan bahwa upaya pemenuhan berbagai kebutuhan mahasiswa tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah, kata dia, telah menunjukkan komitmen untuk memberikan perhatian terhadap keberadaan mahasiswa Bontang di luar daerah.

Namun, realisasi peningkatan fasilitas perlu disesuaikan dengan kondisi fiskal dan skala prioritas pembangunan daerah.

“Pemerintah sudah menyatakan komitmennya. Tinggal menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Jangan jadikan kondisi ini sebagai halangan, tetapi tantangan untuk tetap berprestasi,” katanya.

Dalam forum RDP tersebut, mahasiswa turut menyampaikan sejumlah persoalan dan kebutuhan di asrama. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kualitas barang hasil pengadaan yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih karena beberapa fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.

Mahasiswa pun meminta agar pemerintah melakukan pengawasan dan monitoring secara berkala terhadap kondisi asrama. Selain itu, mereka mengusulkan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan asrama agar penanganan kebutuhan maupun pemeliharaan fasilitas dapat dilakukan dengan lebih terarah.

Sejumlah sarana juga diusulkan untuk ditambah, di antaranya lemari, meja belajar, proyektor, speaker, serta tandon air, khususnya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang menempati asrama di Samarinda.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bahan tindak lanjut DPRD.

Menurutnya, DPRD bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan melakukan kajian terhadap kondisi asrama mahasiswa Bontang di berbagai daerah. Koordinasi dengan HMB dan OPD terkait juga akan diperkuat agar kebutuhan mahasiswa dapat dipetakan dan ditangani sesuai prioritas.

Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan pengelolaan asrama yang lebih baik sekaligus memberikan dukungan yang optimal bagi mahasiswa Bontang untuk fokus menempuh pendidikan dan meningkatkan prestasi akademik. (Adv)