Rimbanusa.id – Komisi C DPRD Kota Bontang mendorong adanya pelibatan masyarakat secara langsung dalam proses Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi persoalan lalu lintas sejak tahap awal pembangunan, sekaligus mencegah munculnya keluhan masyarakat setelah proyek mulai beroperasi.
Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, mengatakan berbagai persoalan lalu lintas sering kali baru terlihat setelah sebuah bangunan atau kawasan mulai digunakan. Karena itu, masukan dari masyarakat sekitar perlu menjadi bagian dari proses penilaian Andalalin.
“Makanya tadi saya minta tim penilai atau tim Andalalin itu juga melibatkan masyarakat setempat,” ujar Alfin usai Rapat Kerja Komisi C DPRD Kota Bontang, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pelibatan warga tidak seharusnya hanya dilakukan melalui camat maupun lurah. Pemerintah dan tim penilai perlu turun langsung untuk mengetahui kondisi serta kekhawatiran masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi pembangunan.
Ia bahkan mengusulkan agar warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk beberapa bangunan di sekitarnya, dapat dilibatkan dalam proses tersebut. Dengan begitu, potensi gangguan lalu lintas maupun dampak lainnya bisa diidentifikasi dan dicarikan solusi sebelum pembangunan berjalan lebih jauh.
“Minimal tetangganya dua atau tiga bangunan di lingkungan yang membangun, sehingga ketika terjadi sesuatu di kemudian hari itu sudah dalam persetujuan masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.
Alfin menambahkan, ketentuan mengenai Andalalin sebenarnya telah tercantum dalam dokumen teknis pembangunan. Namun, menurutnya, keberadaan dokumen saja belum cukup apabila tidak dibarengi penerapan dan pengawasan yang serius di lapangan.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memastikan seluruh tahapan Andalalin benar-benar dilaksanakan, baik dalam proses pelayanan perizinan maupun saat melakukan pengawasan terhadap dampak lalu lintas yang ditimbulkan dari suatu pembangunan.
Dengan pelibatan masyarakat sejak awal, DPRD berharap potensi persoalan dapat diantisipasi lebih dini sehingga pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga di lingkungan sekitar. (Adv)





