BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mempercepat realisasi program strategis daerah, salah satunya melalui penguatan sektor keamanan pangan. Upaya tersebut ditandai dengan digelarnya audiensi bersama BPOM RI dalam rangka penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Penjabat Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Audiensi membahas sejumlah indikator penilaian dalam Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA), termasuk progres yang telah dicapai Bontang. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung arah pembangunan daerah sekaligus selaras dengan kebijakan nasional.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Agus Haris menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek fundamental bagi kesehatan masyarakat dan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari proses produksi hingga distribusi.
“Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Bontang sebagai kota dengan sistem pangan yang aman dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur dari BPOM RI, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa KKPA merupakan instrumen evaluasi kinerja pengawasan pangan daerah yang masuk dalam agenda nasional RPJMN 2025–2029. Ia menekankan pentingnya penyajian data yang valid dan berbasis fakta agar hasil penilaian lebih akurat.
Berkat pembinaan dari Balai Besar POM Samarinda, capaian Bontang saat ini telah meningkat hingga sekitar 73 persen. Pemerintah pun optimistis angka tersebut masih dapat didorong lebih tinggi.
Melihat tren positif tersebut, Pemkot Bontang menargetkan bisa menembus tiga besar dalam penilaian nasional. Untuk itu, diperlukan sinergi lintas sektor, mulai dari penguatan regulasi, integrasi data, hingga kolaborasi aktif seluruh perangkat daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (*)





